Selama ini SMK dianggap sebagai sekolah menengah strata kedua dalam masyarakat Indonesia. Siswa yang bersekolah di SMK dianggap orang “buangan” dengan berbagai penafsiran yang tidak lebih baik dari siswa SMA. Dapat dilihat dari jumlah peminat SMK yang jauh lebih sedikit dibandingkan SMA.

Padahal orientasi profil sumber daya manusia (SDM) lulusan SMK dan SMA sudah jelas berbeda. SMK lebih menitikberatkan profil lulusan yang terampil dan siap bekerja. Sehingga bobot muatan pendidikan pun lebih banyak praktik di luar kelas dibandingkan teori di dalam kelas. Tak heran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, gencar mengampanyekan SMK dengan berbagai program yang ada, seperti program SMK Bisa! Hal ini dilakukan untuk memenuhi pos-pos lowongan pekerjaan yang membutuhkan profil lulusan SMK.

Kini terjawab sudah keraguan akan lulusan SMK dengan munculnya karya-karya mereka. Diawali mobil Kiat Esemka, hasil karya tangan siswa SMK di Solo, yang langsung disambut apresiasi Pemkot Solo. Dan dengan sekejap menjadi perhatian publik di awal tahun naga ini.

Tak mau ketinggalan, berbagai daerah turut serta memamerkan karya nyata siswa SMK di masing-masing daerah. Seperti LCD dan mesin pengolah limbah karya siswa SMK di Bogor, sampai pesawat karya siswa SMK di Bandung.

Walupun banyak produk yang masih terhambat perizinan sehingga belum dapat digunakan, diproduksi massal, ataupun dipasarkan, berbagai karya nyata siswa SMK membuktikan bahwa Indonesia pun bisa memproduksi sendiri produk-produk yang dibutuhkan masyarakat. Tak hanya otomotif, boleh jadi di berbagai bidang.

Saat ini baru mobil kiat Esemka yang namanya mencuat oleh karena peran cepat pemkot Solo dalam membranding karya tersebut. Inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah pusat untuk menindaklanjutinya. Jangan sampai menguap hanya beberapa waktu.

Dengan berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan SDM yang cerdas, bukan tidak mungkin kebangkitan produk Tanah Air segera tiba dan memasyarakat. Sehingga, akan terwujud negara Indonesia sebagai produsen, bukan konsumen seperti yang selama ini terjadi. Dahulu pun negara Jepang harus tertatih-tatih mewujudkan kualitas produksi dalam negerinya hingga bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Source: http://www.kampus.okezone.com

About varica zumalia muis

new me...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s